PEMUNGUTAN PAJAK

PEMUNGUTAN PAJAK

Penerbit : Erlangga

 

Peran pajak yang kian dominan untuk menopang penerimaan suatu negara telah membuatnya menjadi primadona sumber penggalangan dana. Namun demikian, hal tersebut tidak dapat dilakukan secara serampangan, semena – mena dan mengabaikan rasa keadilan. Oleh karena itu, dalam pemungutan pajak diperlukan penetapan pemungutan pajak yang disepakati bersama antara rakyat selaku penanggung pajak melalui perwakilannya di parlemen dan pemerintah selaku pemungut pajak (fiskus) sebagai berikut :

  1. Sistem Pemungutan Pajak

Hingga saat ini ada tiga sistem yang diaplikasikan dalam pemungutan pajak

  1. Official Assesment System

Melalui sistem ini besarnya pajak ditentukan oleh fiskus dengan mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak. Jadi wajib pajak dapat dikatakan bersifat pasif. Tahapan – tahapan dalam menghitung dan memperhitungkan pajak yang terutang ditetapkan dalam SKP. Selanjutnya wajib pajak baru aktif ketika melakukan penyetoran pajak terutang berdasarkan ketetapan SKP tersebut.

  1. Self Assesment System

Sistem ini mulai diaplikasikan bersamaan dengan reformasi perpajakan tahun 1983 setelah terbitnya undang – undang nomer 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umun dan Tata Cara Perpajakan yang mulai berlaku sejak 1 januari 1984.

Dalam memory penjelasan undang – undang tersebut dinyatakan bahwa anggota masyarakat wajib pajak diberi kepercayaan untuk melaksanakan kegotong-royongan nasional melalui sistem menghitung, memperhitungkan, membayar sendiri pajak yang terutang ( self assesment ), sehingga melalui sistem ini administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan rapi, terkendali, sederhana, dan mudah dipahami oleh anggota masyarakat wajib pajak. Selain itu, wajib pajak juga diwajibkan untuk melaporkan secara teratur jumlah pajak yang terutang dan yang telah dibayar sebagaimana ditentukan dalam perundang – undangan perpajakan.

  1. Withholding Tax system

Dengan sistem ini pemungutan dan pemotongan pajak dilakukan melalui pihak ketiga. Untuk waktu sekarang, sistem ini tercermin pada pelaksanaan pengenaan pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai.

 

  1. Asas Pemungutan Pajak
    1. Asas Domisili

Asas domisili yaitu bahwa pajak dibebankan pada pihak yang tinggal dan berada di wilayah suatu negara tanpa memperhatikan sumber atau asal objek pajak yang diperoleh atau diterima wajib pajak.

  1. Asas Sumber

Asas sumber yakni bahwa pembebanan pajak oleh negara hanya terhadap objek pajak yang bersumber atau berasal dari wilayah teritorialnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak.

  1. Asas Kebangsaan

Asas kebangsaan yaitu bahwa status kewarganegaraan seeorang menentukan pembebanan pajak terhadapnya. Perlakuan perpajakan antara Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing berbeda.

 

  1. Cara Pemungutan Pajak
    1. Stetsel Riil atau nyata

Merupakan cara pengenaan pajak yang didasarkan pada objek yang sesungguhnya, yang benar – benar ada, dan dapat ditunjuk seperti pajak penghasilan.

  1. Stelsel Fiktif

Merupakan cara pengenaan pajak yang didasarkan pada suatu anggapan yang dilegalkan oleh undang – undang.

  1. Stelsel Campuran

Merupakan gabungan dari dua stelsel yang ada

 

  1. Syarat Pemungutan Pajak
    1. Syarat Keadilan

Pemungutan pajak dilaksanakan secara adil baik dalam peraturan maupun realisasi pelaksanaannya.

  1. Syarat Yuridis

Pemungutan pajak harus berdasarkan undang – undang yang ditujukan untuk menjamin adanya hukum yang menyatakan keadilan yang tegas, baik untuk negara maupun untuk warganya.

  1. Syarat Economis

Pemungutan pajak tidak boleh menghambat ekonomi rakyat, artinya pajak tidak boleh dipungut justru menimbulkan kelesuan perekonomian masyarakat.

  1. Syarat Finansial

Pemungutan pajak dilaksanaka dengan pedoman bahwa biaya pemungutan tidah boleh melebihi hasil pemungutanya.

  1. Syarat Sederhana

Sistem pemungutan pajak harus dirancang sesederhana mungkin untuk memudahkan pelaksanaan hak dan kewajiban wajib pajak.

 

 

Tentang evaoktaviagunawan

liat aja sendiri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s