aktualisasi wawasan nusantara

Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara

 

Sebelum penulis menjelaskan secara rinci aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi pencapaian tujuan nasional di Indonesia, penulis akan  menjelaskan terlebih dahulu pengertian dan sedikit penjelasan tambahan mengenai wawasan nusantara yang merupakan pedoman dalam melakukan pembangunan di segala bidang. Dan juga sedikit penjelasan pengertian serta dampak dari globalisasi.

 

 

2.1  Pengertian Wawasan Nusantara

Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.

 

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia sendiri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dan dalam eksistensinya serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah Iingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

 

2.2  Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, ataupun antarnegara saling berinteraksi, bergantung, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi memiliki dampak disegala aspek bidang di Indnesia.


Dampak Globalisasi terhadap Ideologi :

Dalam keadaan yang seimbang, individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu ketentraman, sebab tidak ada pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Sehingga terciptanya keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Dampak globalisasi dalam bidang ekonomi :

Globalisasi pada  pasar internasional telah memberikan alternatif bagi pencapaian taraf hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya selisih pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Juga membuka peluang terjadinya penimbunan kekayaan dan monopoli usaha-usaha dan kekuasaan politik pada sekelompok orang. Dan munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia ataupun Dana Moneter Internasional.

 

Dampak Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya :

Semakin Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Misalnya berpakaian seperti artis luar negeri, mungkin disana berpakaian seperti tersebut biasa saja, namun di indonesia menjadi pertentangan dari berbagai pihak.

 

Dampak Globalisasi dalam bidang Politik :

Para pengambil kebijakan di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Namun dalam pelaksanaannya mendapat berbagai hambatan dari segala segi, dan semua itu dapat diselesaikan apabila adanya kerja sama dari berbagai pihak.

 

Berikut merupakan aspek – aspek yang mempengaruhi dalam perwujudan suatu tujuan nasional :

 

2.3 Aspek Ideologi

Ideologi merupakan suatu kumpulan ide yang melalui proses berpikir yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Jadi ideologi  merupakan ide dari seluruh bangsa dan berfungsi sebagai pertahanan dalam menghadapi hambatan dan gangguan dari luar maupun dari dalam dan dalam skala kecil maupun besar dan secara langsung maupun tidak langsung.

 

 

A. Macam Ideologi :

 

a. Ideologi Dunia

 

1. Liberalisme (Individualisme)

Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial).  Liberalisme bertitik dalam hak manusia dari dia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Paham ini mengandung makna yang berarti kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak.

 

2. Komunis (Class Theory)

Negara adalah susunan golongan untuk menindas kelas lain. Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan atau mempertahankan komunisme.

 

3. Paham Agama

Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan bernegara dalam mencapai tujuan nasional..

 

b. Ideologi Pancasila

Merupakan tatanan nilai yang digali dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia.

Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.

Ketahanan ideologi diartikan sebagai pertahanan dalam menghadapi masalah dan gangguan yang berasal dari internal maupun eksternal, dalam skala kecil atau besar dan secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

Untuk mewujudkannya diperlukan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut.

 

Fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia antara lain :

 

  • Terjadinya kemerosotan moral, watak, mental dan perilaku/ etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda.

 

  • Gaya hidup yang materialistik konsumtif dan cenderung melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap individualistik. Yang membuat setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri.

 

  • Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan dan kekerasan, hal itu berakibat sering terjadinya pelanggaran sehingga hukum di indonesia sulit ditegakkan.

 

  • Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung anarkhis. Hal ini sudah sering sekali terjadi di indonesia, untuk itu diperlukan bantuan dan kesadaran dari berbagai pihak untuk memahami adanya perubahan.

 

2.4  Aspek Politik

Politik secara umum berasal dari kata politik yang mengandung makna kekuasaan atau politik yang berarti kebijaksanaan.

Di Indonesia, terdapat hubungan yang tercermin pada pemerintahan negara yang berfungsi sebagai penentu kebijaksanaan dan ingin mewujudkan aspirasi semi tuntutan masyarakat. Karena itu, kebijaksanaan pemerintahan negana tersebut harus serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.

 

 

Politik di Indonesia

Politik di Indonesia, yang harus dilihat dalam ruang lingkup Ketahanan Nasional, meliputi dua bagian utama, yaitu Politik dalam negeri dan Politik luar negeri :

 

Politik Dalam Negeri

Politik dalam negeri adalah kehidupan politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan mampu menyerap aspirsi, dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem. Jadi adanya partisipasi dari rakyat indonesia dalam kegiatan politik di Indonesia

Unsur – unsurnya terdiri dari struktur politik, proses politik, budaya politik, komunikasi politik, dan partisipasi politik.

 

Politik Luar Negeri

Politik luar negeri adalah sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antarbangsa. Politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial, serta anti penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

 

 

Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti :

 

a. Kesatuan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
b. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.
c. secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa indonesia.
d. Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya. Dan masih dijadikan pedoman negara indonesia hingga saat ini.

 

e. . Bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain dalam menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif demi tercapainya kepentingan nasional.

 

 

2.5 ASPEK EKONOMI

Ketahanan ekonomi diartikan sebagai pertahanan dalam menghadapi hambatan dan gangguan yang berasal dari internal maupun eksternal, dalam skala kecil atau besar dan secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia.

 

Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:

 

  • Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara melalui ekonomi kerakyatan.

 

  • Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan (adanya dukungan dari berbagai pihak)

 

  • Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah.

 

Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti :

 

a. Kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.
b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.

 

c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.

 

 

2.6 Aspek Sosial dan Budaya

Kebudayaan merupakan suatu sistem. Artinya, bagian-bagian dari kebudayaan itu saling berkaitan satu dengan lainnya. Perubahan satu unsur kebudayaan akan mempengaruhi unsur-unsur yang lainnya.

 

Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan untuk membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menolak budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia.

 

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya. Diantara berbagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya :

 

1.Toleransi.

2.Sistem pendidikan formal yang maju.

3.Sistem stratifikasi terbuka.

4.Kontak dengan kebudayaan lain

5.Orientasi ke masa depan.

6.Pandangan bahwa manusia harus senantiasa berusaha  untuk memperbaiki hidupnya.

7.Penduduk yang heterogen.

 

 

Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti :

 

Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa. Dan selalu mencintai segala kebudayaan yang dimiliki, karena sebagai generasi muda, harus dapat melestarikan kebudayaan yang dimiliki bangsa indonesia.

 

 

2.7 ASPEK PERTAHANAN NASIONAL

Pertahanan dan keamanan nasional dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari internal maupun dari eksternal yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi bangsa yang dilandasi kesadaran oleh  seluruh rakyat Indonesia yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan mencegah segala bentuk ancaman yang datang.

 

.    Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan.

 

  • Pokok-pokok Pengetahuan Pertahanan dan Keamanan.

 

  • Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia.

 

  • Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan Ketahanan Nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. dan pertahanan keamanan.

 

Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan, dalam arti :

 

Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. Karena semua pulau yang terpisah-pisah oleh laut di Indonesia ini merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Dan bahwasannya tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

Dengan demikian, Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan di Indonesia akan tercapai karena semua itu dilandasi oleh kesadaran dari seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara stabilitas Pertahanan dan Keamanan Indonesia.

Tentang evaoktaviagunawan

liat aja sendiri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s